
Ada sedikit pengalaman saya dengan pasien-pasien yang menurut saya bukan pasien biasa "pada umumnya" mereka yang menurut sebagian orang adalah orang-orang penting dan suppper sibuk, jadi berobat pun di luar jam-jam praktek, dan saya pun masih belum genap setahun menyandang gelar dokter gigi, bisa dibilang masih sangat minim pengalamanlah....
Tapi mau tak mau, suka tak suka harus dihadapinlah toh mereka mempunyai hak yang sama sebagai pasien untuk mendapatkan pelayanan dan saya sebagai dokter gigi mempunyai kewajiban melayani mereka sepenuh hati #ce'ilee sepenuh hatiii 

Pasien pertama (ibuk Jaksa)
Walaupun si ibuk tinggal tidak begitu jauh dari rumah saya, tapi pasien yang satu ini berobat dianter dengan mobil pribadi bersama ajudannya #baca bodyguard, wwuihhh seyeeemmmm
Pasien ini, ingin membetulkan gigi palsunya yang patah, si ibuk panik bukan main yang membuat saya jadi ikut-ikutan panik,
karena dianya hari ini mau ada pertemuan dan gigi palsunya patah di bagian gigi depan.
karena dianya hari ini mau ada pertemuan dan gigi palsunya patah di bagian gigi depan.
Pukul 07.30 WIB si ibu mendatangi praktek saya #mana ada dokter gigi buka jam segini ya kan #konsekwensi buka praktek di rumah pribadi sihh
dan saya pukul 09.00 WIB harus sudah stand by di PHC (RS pelabuhan Belawan) Akhirnya dengan sedikit keterampilan yang saya punya, Alhamdulillah saya berhasil membetulkan gigi palsu si ibu yang patah..Dan senangnya, melihat si ibuk jaksa tersenyum lebar kembali 
dan saya pukul 09.00 WIB harus sudah stand by di PHC (RS pelabuhan Belawan) Akhirnya dengan sedikit keterampilan yang saya punya, Alhamdulillah saya berhasil membetulkan gigi palsu si ibu yang patah..Dan senangnya, melihat si ibuk jaksa tersenyum lebar kembali 


















